Candi Prambanan

Candi Prambanan atau Candi Roro Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi.

Air Terjun Sri Gethuk

Objek wisata Air Terjun Sri Gethuk di Gunungkidul disebut-sebut memiliki kemiripan dengan Grand Canyon Arizona.

Sepeda Hias Alun-Alun Selatan

Suasana malam Alun-alun Kidul Yogyakarta dipadati berbagai jenis sepeda hias di sepanjang sisi jalan.

Pantai Parangtritis

Indah dan magis adalah dua kata yang cocok untuk menggambarkan Pantai Parangtritis yang terletak di pesisir pulau Jawa ini.

Gunung Merapi

Gunung Merapi adalah gunung yang sangat legendaris. Di balik diamnya, gunung ini menceritakan banyak mitos dan misteri.

Showing posts with label Traveling. Show all posts
Showing posts with label Traveling. Show all posts

Wednesday, December 14, 2016

Candi Budha Tertua, ada di Kalasan

sources from Wikipedia


Candi Kalasan yang ada di Yogyakarta memang tidak se-terkenal Candi Prambanan, tetangganya. Namun bukan berarti candi ini tidak punya pengunjung. Candi untuk agama Buddha ini memiliki berbagai keunikan dan nilai sejarah tinggi sehingga menjadi salah satu destinasi wisata masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya. Kalau tertarik, kamu bisa ikuti ulasan lengkap Pegipegi di bawah ini.
Candi Kalasan

Lokasi Candi Kalasan

Lokasi Candi Kalasan ada di Dusun Kalibening, Desa Tirtamartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta atau berjarak sekitar 15 km di sebelah timur Kota Yogyakarta. Candi Kalasan ini sangat mudah dijangkau dari arah Solo ataupun Yogyakarta karena letaknya ada di Jalan Jogja – Solo km 13.

Kamu juga bisa naik angkutan umum atau kendaraan pribadi. Kalau berangkat dari arah Candi Prambanan, kamu hanya perlu melaju 2 km lagi. Bangunan candi juga sudah bisa dilihat dari jalan raya utama, tapi kamu harus masuk gang terlebih dulu sekitar 20 meter. Nggak jauh ‘kan? Tiket masuk menuju Candi Kalasan juga tergolong murah, yaitu Rp1.000* untuk anak-anak dan bagi orang dewasa harus merogoh kocek Rp2.000*.
Sejarah Candi Kalasan

Sejarah Candi Kalasan dapat diketahui dari Prasasti Kalasan yang dibuat pada 778 M atau 700 tahun Saka dengan menggunakan bahasa Sanskerta dan tulisan Pranagari. Dalam prasasti tersebut diketahui kalau Raja Tejapurnama Penangkarana atau Rakai Panangkaran diminta oleh penasehat spiritual untuk membangun tempat suci sebagai tempat memuja Dewi Tara serta membangun biara untuk tempat tinggal para biksu Buddha.

Selanjutnya diketahui juga kalau Rakai Panangkaran dari Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu melangsungkan pernikahan dengan Dyah Pramodya Wardhani dari Wangsa Syailendra yang beragama Buddha. Hingga akhirnya Rakai Panangkaran membangun tempat suci untuk pemujaan bagi Dewi Tara bernama Candi Kalasan. Karena telah dimakan usia, wujud bangunan candi pun sudah tidak utuh lagi sehingga pernah dilakukan pemugaran beberapa kali. Hanya saja, bangunan candi tidak sama dengan yang asli mengingat banyak bagian yang sudah rusak.
Saatnya mengeksplorasi Candi Kalasan

Candi Kalasan Yogyakarta, atau dikenal juga dengan Candi Kalibening dan Candi Tara memang tidak sebesar dan seluas candi agama Buddha lain, yakni Candi Borobudur di Magelang. Untuk mempermudah akses naik ke bagian atas, pada tiap sisi bangunan diberi pintu masuk dan anak tangga yang dipercantik dengan ornamen kepala naga pada bagian kaki. Tetapi hanya ada anak tangga pada sisi barat dan timur saja yang dapat mencapai pintu masuk. Dan untuk bisa masuk ke bagian utama Candi Kalasan, pengunjung yang datang harus melewati pintu pada sisi sebelah timur.

Candi Kalasan yang dianggap sebagai candi agama Buddha tertua di Yogyakarta bila dilihat secara sekilas, bangunannya mempunyai alas seperti bujur sangkar dengan ukuran masing-masing sisi 45m x 45m. Sedangkan tinggi candi diperkirakan mencapai 34 meter yang dibagi lagi menjadi 3 bagian, yaitu atap candi, tubuh candi, dan kaki candi.

Kaki Candi Kalasan terlihat seperti batu lebar dengan bentuk bujur sangkar. Pada bagian tengah terdapat tangga yang diberi ornamen-ornamen cantik sebagai hiasan. Sedangkan bagian tubuh candi nampak sesosok dewa yang terlihat sedang berdiri sambil memegang bunga teratai. Kalau kamu mengarahkan mata pada bilik lain, di sana terdapat singgasana bermotif singa yang ada pada bagian dalam.

Bagian atap Candi Kalasan memiliki 2 tingkat dengan bentuk persegi delapan. Arca dengan ornamen Manusia Buddha terlihat pada tingkat pertama, sedangkan arca Dhayani Buddha terlihat pada tingkat kedua. Pada bagian puncak Candi Kalasan juga tampak beberapa stupa. Bagian atap dan tubuh candi diberi ornamen dan hiasan berupa ukiran yang begitu cantik, mulai dari sulur-sulur, relung-relung, arca Gana atau patung manusi kerdil dengan perutnya yang buncit, serta arca Budha.

Pada bagian dinding candi juga banyak terlihat cekungan yang digunakan untuk menempatkan arca-arca. Begitu juga dengan pintu masuk dibanyak dipenuhi ornamen berbagai motif yang terlihat begitu unik. Karena arca dan patung yang ada di Candi Kalasan sudah banyak yang hilang, pengunjung yang datang pun tidak bisa mendapatkan informasi lengkap tentang Candi Kalasan yang dulu digunakan untuk memuja Dewi Tara. Oh ya, memang tidak ada larangan khusus untuk mengambil foto dengan kamera di Candi Kalasan. Namun alangkah baiknya kalau kamu minta ijin dulu pada petugas kalau tidak ingin ditegur saat sedang asyik mengambil foto.

Keunikan Candi Kalasan terdapat pada hiasan yang indah dan pahatan batunya halus. Selain itu ornamen dan relief pada dinding luarnya dilapisi sejenis semen kuno yang disebut Valjralepa. Menggunaan Valjralepa bertujuan untuk melindungi candi dari lumut dan jamur. Valjralepa juga memperhalus pahatan relief dan memberi efek warna keemasan pada Candi. Lapisan valjralepa jarang ditemukan pada candi-candi kawasan Prambanan. Selain candi Kalasan candi yang menggunakan Valjralepa yaitu candi Sari. Candi Sari merupakan satu rangkaian dengan pembangunan candi Kalasan. Candi Kalasan sebagai tempat peribadatan sedangkan candi Sari berfungsi sebagai asrama bagi biksu Budha.

Candi sebagai bukti sejarah kalau dulunya negara kita pernah dipimpin oleh kerjaan-kerajaan bercorak Hindu atau Budha. Walaupun zaman itu sudah berlalu dan keyakinan kita sudah berbeda tetap saja kita harus menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah ini. Peninggalan sejarah adalah aset bangsa yang sangat berharga. Jangan sampai mau ngeliat candi yang di buat di negara kita, kita harus ke negara lain dulu karena sudah di klaim milik mereka,hehehe.


Sunday, November 27, 2016

Pantai Parangtritis Yogyakarta, Indah dan Magis.

Source: Wikimedia

Pantai parangtritis atau yang oleh warga jogja disingkat pantai paris merupakan satu nama pantai paling terkenal di kota budaya ini. Pantai yang terkenal dengan ombak besar dan mitos tentang Nyi Roro Kidul ini menyimpan sejuta keindahan dan juga berbalut misteri bagi yang mempercayainya. Apapun itu, bila sobat licious sedang berwisata ke Yogyakarta, selain ke Keraton Yogyakarta, sobat juga harus datang ke pantai parangtritis.

Di balik keindahannya, ternyata pantai ini menyimpan banyak misteri yang bersifat mistis. Mulai dari misteri Kerajaan Kanjeng Ratu Kidul yang melegenda, sampai misteri ombak besarnya yang sering memakan korban. Seperti apakah misteri yang ada di sana?

1. Gerbang Kerajaan Kanjeng Ratu Kidul

Konon, Kanjeng Ratu Kidul, atau ada juga yang menyebutnya sebagai Nyi Roro Kidul, adalah salah satu penguasa gaib yang mengitari Kesultanan Yogyakarta. Karena itu para Sultan harus tetap menjalin komunikasi dengan penguasa laut selatan ini, dan harus meminta restu Nyi Roro Kidul dalam melaksanakan setiap kegiatan, agar semua berjalan dengan aman dan tenteram.

Nah, pantai Parangtritis dipercaya sebagai pintu gerbang menuju kerajaan gaib di laut selatan. Karenanya, di pantai Parangtritis sering dilakukan tata cara adat agar sultan bisa berkomunikasi dengan kanjeng ratu gaib tersebut.

2. Tradisi Labuhan Yang Unik

Masih erat dengan kepercayaan adanya hubungan dengan kerajaan gaib di laut selatan, di pantai Parangtritis sering dilakukan upacara pemberian sesaji atau yang disebut dengan labuhan. Tradisi ini sendiri mulai dilakukan sejak jaman Sultan Hamengkubuwono I dan masih berlangsung hingga saat ini.

Menurut tradisi Kraton Kesultanan Yogyakarta, upacara labuhan dilakukan secara resmi dalam acara penobatan Sultan, peringatan hari Ulang Tahun Penobatan Sultan yang disebut “Tingalan Panjenengan” atau “Tingalan Dalem Panjenengan” atau “Tingalan Jumenengan” dan peringatan hari “windo” hari ulang tahun penobatan Sultan. “Windon” berarti setiap delapan tahun.

Dengan tradisi ini, diharapkan agar kesejahteraan Sultan dan masyarakat di sekitar kesultanan tetap terjamin.

3. Baju warna hijau dan pasukan Kanjeng Ratu Kidul

Kisah mistis lain berhubungan dengan larangan memakai baju hijau jika berkunjung ke pantai Parangtritis. Konon, Ratu Pantai Selatan sangat menyukai warna hijau. Dalam beberapa lukisan yang dibuat, sang ratu digambarkan mengenakan pakaian warna hijau juga.

Dan jika ada orang memakai baju hijau (utamanya pria), maka Kanjeng Ratu akan suka, dan kemungkinan besar akan “direkrut” untuk menjadi pegawainya. Dan tempat “perekrutan” favorit adalah di pantai Parangtritis ini. Berani melamar

4. Penemuan jasad orang yang tenggelam

Tak dipungkiri, besarnya ombak di pantai Parangtritis seringkali membawa korban. Meski secara resmi pemerintah telah melarang wisatawan untuk mandi di pantai, namun tetap saja ada orang yang melanggarnya. Atau, jikapun tidak mandi, mereka bermain air terlalu jauh dari bibir pantai.

Uniknya, semua korban yang tenggelam susah ditemukan pada hari yang sama. Meskipun sudah dicari di seluruh lokasi sekitarnya. Namun setelah dua atau tiga hari kemudian, jasad orang tersebut akan ditemukan mengambang dengan sendirinya di lokasi yang tidak jauh dari tempat menghilangnya.

Konon, sang korban “diambil” oleh Kanjeng Ratu Kidul dan jasadnya disandera untuk sementara waktu.

5. Misteri hisapan ombak

Jika keempat misteri di atas lebih bersifat mistis, maka misteri hisapan ombak ini bisa dijelaskan secara ilmiah. Menurut penelitian para ahli, penyebab utama hilangnya para wisatawan di pantai Parangtritis adalah karena adanya rip current.

Rip current adalah arus balik yang terjadi akibat aliran air gelombang datang dan kemudian membentur pantai dan kembali lagi ke laut. Arus itu bisa menjadi amat kuat karena biasanya merupakan akumulasi dari pertemuan dua atau lebih gelombang datang. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik itu bisa menjadi sangat mematikan.

Korban akan mudah terseret arus balik jika berada terlalu jauh dari bibir pantai. Jika pada saat terseret arus ini korban kemudian melawan, maka dia akan semakin jauh terseret arus bawah laut dan selanjutnya bisa tersangkut karang atau masuk ke dalam patahan dalam laut. Di sini korban akan diendapkan dan baru bisa kembali terangkat ke permukaan jika ada arus lain yang mengangkat sedimen dari dasar laut. Dan hal ini butuh waktu beberapa hari.

Wednesday, November 23, 2016

Dinosaurus di Yogyakarta (Episode 2 )




Tonton petualangan seru tim Jalan-Jalan Men melakukan cave tubing di Goa Pindul dan lainnya di Yogyakarta! Di episode ini, Jebraw kecewa tidak bisa bertemu dengan dinosaurus, maka kali ini dia ingin bertemu dengan Ratu Pantai Selatan. Apakah dia akan menemuinya? Tonton videonya sekarang!  


Tuesday, November 22, 2016

Dinosaurus di Yogyakarta (Episode 1)




Dinosaurus di Yogyakarta (Episode 1)

Jalan Jalan Men adalah video tentang petualangan Jebraw pergi ke tempat-tempat unik di Indonesia. Travel series ini adalah hasil kerjasama Malesbanget.com dengan Valadoo.com
Episode kali ini adalah jalan jalan ke Yogyakarta dengan berbagai tempat-tempat yang unik dan menarik untuk disimak dengan khas Jebraw.
Tujuan Jebraw ke Yogyakarta cuma 1: yaitu menemukan DINOSAURUS! Apakah dia akan menemukannya? Tonton terus episode Yogyakarta ini!